EARLY INTERVENTION PROGRAM

Early Intervention Program dari kami merupakan program intervensi yang berfokus untuk mengoptimalkan pencapaian perkembangan anak secara holistik dengan mengintegrasikan beberapa disiplin ilmu dengan semi-natural setting.

Target

  • memperkecil jarak antara pencapaian perkembangan anak dengan usia kronologis anak sedini mungkin
  • mempersiapkan anak untuk masuk ke sekolah

Area yang dikembangkan didalam program

Elemen Penting dari Program

Alur Dalam Early Intervention Program

Anak-anak di Early Intervention Program akan menjalani asesmen terlebih dahulu dan ditempatkan dalam program atau kelas yang sesuai dengan profil perkembangan anak guna memenuhi kebutuhan yang berbeda dari setiap anak.

  1. Konsultasi & Home Program (usia 0 – 18 bulan)
  2. Sesi Individual & Kelompok (usia 19 bulan – 6 tahun)

Kriteria Peserta

Frequently Asked Questions (FAQ)

Bagaimana jika anak saya belum didiagnosa?

Evaluasi tumbuh kembang di awal diperlukan untuk menentukan apakah memang ada keterlambatan perkembangan pada area tertentu yang mempengaruhi performa anak di sekolah

Jika anak saya sudah menjalani terapi individu, apakah masih perlu menjalani Early Intervention Program?

Pada kenyataannya, ketika anak sudah menjalani terapi individu, belum tentu anak siap untuk sekolah, terutama jika keluhan dari sekolah terus datang. Hal ini dikarenakan ada perbedaan yang signifikan antara terapi individu (1:1 anak dan terapis) dengan situasi belajar di sekolah (1:8 atau 1:20, anak dan guru)

Bagaimana jika anak saya sudah terapi individu di tempat lain?

Kami lebih mengutamakan klien untuk menjalani terapi individu di tempat kami sehingga kolaborasi antar tim lebih optimal. Anak juga menjalani program yang konsisten baik itu di Okupasi Terapi, Fisioterapi, ABA maupun Terapi Wicara.

Anak saya sudah didampingi shadow teacher di sekolah, apakah masih membutuhkan Early Intervention Program?

Sejauh ini, kebanyakan orangtua memilih opsi shadow teacher bagi anak mereka. Namun, ternyata opsi shadow teacher ini belum tentu pilihan yang tepat bagi anak. Sebenarnya masih ada pilihan-pilihan intervensi lainnya yang penting untuk dipertimbangkan.
Menjalani konsultasi dengan Psikolog atau Konsultan Special Education adalah hal yang tepat untuk dilakukan sehingga orangtua dapat mengetahui program intervensi seperti apa yang tepat guna menunjang performa anak di sekolah.

Mengapa penting untuk menerapkan interdisiplin dalam Early Intervention Program?

Pada kenyataannya, satu pendekatan belum tentu efektif untuk semua anak. Setiap anak membutuhkan pendekatan yang berbeda-beda meskipun mengalami permasalahan yang sama di sekolah.
Lebih kerennya lagi, dengan melibatkan Tim Terapis, kita mendapatkan pemahaman yang menyeluruh mengenai anak tersebut, dari segi sensoris, motorik dan oromotornya.

Aspek perkembangan apa saya yang disasar di Early Intervention Program?

Motorik Kasar, Motorik Halus, Komunikasi, Kognitif, Kemandirian dan Sosial. Masing-masing anak tentunya memiliki prioritas yang berbeda pada aspek perkembangannya.

Apakah Early Intervention Program dapat menunjang performa anak di sekolah?

Iya, terutama pada anak-anak berusia 3 – 6 tahun. Di Early Intervention Program, situasi kelas dalam kelompok kecil akan lebih sering digunakan sehingga anak dapat lebih mudah mengaplikasikan kemampuan yang diperoleh di dalam program ke sekolah nantinya.

Mengapa Early Intervention Program dihargai dengan nilai lebih tinggi dibandingkan program terapi lainnya?

  1. Mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak secara menyeluruh, tidak hanya 1 atau 2 aspek saja. Di EIP, anak akan dilatih untuk mengintegrasikan masing-masing aspek perkembangan yang dimilikinya agar dapat berfungsi secara optimal di kehidupan sehari-hari, termasuk di sekolah
  2. Melibatkan beberapa professional sekaligus yang memang terlatih di bidangnya dari proses penyusunan, pelaksanaan program sampai evaluasi perkembangan anak secara berkala, sehingga anak mendapatkan intervensi yang menyeluruh.
  3. Guru yang kompeten dan dilatih khusus untuk mampu menangani murid-murid dengan profil perkembangan yang berbeda dan memberikan stimulasi yang tepat bagi muriddi dalam kelas. Dengan kata lain, guru-guru di EIP tidak hanya mengajar tetapi juga memperlengkapi murid-murid agar mampu berfungsi dengan optimal pada aktivitas sehari-hari.
  4. Program pembelajaran didesain khusus sesuai dengan profil anak, baik itu individu maupun dalam kelompok.
  5. Program dilakukan secara intensif, yakni rata-rata 3-5 kali dalam seminggu. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan kemajuan yang signifikan pada anak.